TANGERANG SELATAN, pekaaksara.com – Menteri Agraria dan Tata Ruang/Kepala Badan Pertanahan Nasional (ATR/BPN), Nusron Wahid, hadir dalam acara Pengajian Ramadan 1446 H yang diselenggarakan di Auditorium Universitas Muhammadiyah Jakarta, Tangerang Selatan, Kamis (6/3/2025) kemarin.
Dalam kesempatan tersebut, Menteri Nusron juga menyerahkan secara simbolis Sertifikat Hak Milik (SHM) atas aset tanah milik Muhammadiyah sebanyak 212 SHM dengan total luas 366.432 meter persegi, yang terletak di Desa Bendungan, Kecamatan Jonggol, Kabupaten Bogor, Jawa Barat.
Sertifikat tersebut diberikan langsung oleh Menteri Nusron kepada Ketua Umum PP Muhammadiyah, Prof. Dr. Haedar Nashir, dan disaksikan oleh Sekretaris Jenderal PP Muhammadiyah, Abdul Mu’ti, yang juga menjabat sebagai Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah Republik Indonesia.
Usai penyerahan sertifikat, Menteri Nusron menyampaikan pidato yang mengingatkan pentingnya mengangkat harkat martabat umat manusia. Menurutnya, sebagai Menteri ATR/BPN, tugas utamanya adalah mengelola persoalan tanah, yang pada hakikatnya adalah persoalan kemanusiaan.
“Kami di Kementerian ATR/BPN dihadapkan pada berbagai masalah yang sebenarnya berhubungan dengan masalah umat manusia, karena manusia berasal dari tanah,” ujar Menteri Nusron, Kamis (27/3/2025).
Menteri Nusron juga membacakan ayat Al-Quran yang mengingatkan bahwa manusia diciptakan dari tanah dan akan kembali ke tanah. “Dari tanah Aku ciptakan manusia, dan ke dalam tanah Aku kembalikan mereka. Dari tanah pula Aku bangkitkan mereka dalam kehidupan yang berbeda,” kata Menteri Nusron mengutip firman Allah.
Selain itu, Menteri Nusron meminta doa restu kepada seluruh warga Muhammadiyah agar ia dapat menjalankan tugas dengan penuh amanah. Ia juga mengajak para hadirin untuk bersama-sama mendoakan Presiden Prabowo Subianto, para menteri, kepala daerah, serta para kepala desa, agar dapat memimpin dengan bijaksana dan mampu mengangkat harkat martabat manusia.
“Menjadi pemimpin adalah tugas yang tidak mudah. Bahkan Rasulullah SAW pun pernah mendoakan para pemimpin yang memegang amanat rakyat,” tutur Menteri Nusron.
Ia kemudian menceritakan kisah tentang seorang suku Badui yang mendatangi Rasulullah SAW untuk meminta doa setelah dipercayakan menjadi kepala suku. Rasulullah SAW kemudian mengangkat tangannya dan berdoa dengan penuh harapan agar pemimpin yang memegang amanat rakyat selalu menjaga harkat martabat masyarakat.
“Ya Allah, jika ada di antara umatku yang memimpin dan mengurus rakyatnya dengan selalu mengangkat harkat martabat mereka, maka angkatlah derajatnya. Sebaliknya, jika ada pemimpin yang mempersulit hidup rakyatnya, maka persulitlah hidupnya,” kisah Menteri Nusron, menirukan doa Rasulullah SAW.
Dalam kesempatan itu, Menteri Nusron menegaskan pentingnya niat tulus dari setiap pemimpin untuk mempermudah kehidupan rakyat.
“Semoga Presiden Prabowo, Wakil Presiden Gibran, para menteri, pejabat daerah, gubernur, bupati, wali kota, camat, dan kepala desa senantiasa memiliki niat yang baik untuk mempermudah urusan rakyat dan mengangkat harkat martabat mereka. Semoga mereka semua diangkat derajatnya oleh Allah SWT,” tutup Menteri Nusron (*)