TANGERANG SELATAN, pekaaksara.com – Menteri Agraria dan Tata Ruang/Kepala Badan Pertanahan Nasional (ATR/BPN), Nusron Wahid, mengungkapkan bahwa target Pendaftaran Tanah Sistematis Lengkap (PTSL) untuk tahun 2025 adalah sebanyak 1,5 juta bidang tanah.
Meskipun angka ini lebih rendah dibandingkan dengan target tahun-tahun sebelumnya yang mencapai 3 juta bidang, penurunan ini diambil sebagai langkah efisiensi sekaligus penyesuaian dengan jumlah lahan yang tersisa dan belum terdaftar.
“Target PTSL tahun ini kami turunkan menjadi 1,5 juta bidang sebagai bentuk efisiensi, karena lahan yang dapat didaftarkan semakin terbatas. Namun, kami tetap akan meningkatkan target program reguler lainnya,” ujar Menteri Nusron pada Jumat (28/3/2025).
Sejak peluncuran PTSL pada tahun 2016, Kementerian ATR/BPN telah berhasil menyertipikasi lebih dari 55,9 juta hektare tanah, yang setara dengan 79,5 persen dari target total 70 juta hektare.
Dengan pencapaian tersebut, lnajutnya, Kementerian ATR/BPN berkomitmen untuk menyelesaikan sisa 14,4 juta hektare atau sekitar 20,5 persen yang belum terdaftar secara bertahap dalam beberapa tahun mendatang.
“Dulunya, kami mampu menyelesaikan 9 hingga 11 juta bidang per tahun. Namun, dengan semakin terbatasnya lahan yang tersisa, kami harus melakukannya secara bertahap. Tahun depan, target bisa meningkat menjadi 2 hingga 3 juta hektare,” harapnya.
Menteri Nusron menjelaskan bahwa program PTSL bertujuan untuk memberikan kepastian hukum bagi setiap bidang tanah di seluruh Indonesia. Hal ini diharapkan dapat meminimalkan potensi sengketa pertanahan di masa depan, memberikan rasa aman bagi masyarakat, serta meningkatkan kepercayaan investor di sektor properti dan agraria.
Dengan pencapaian yang telah diraih dan strategi yang lebih terfokus, diharapkan Indonesia dapat mencapai tingkat kepemilikan dan pengelolaan tanah yang lebih tertib dan terukur, serta memperkuat sistem hukum agraria di tanah air. (*)