MALANG, pekaaksara.com – Yayasan Maisura Munigar (YMM) kembali menyelenggarakan kegiatan Webinar Series ke 5 dengan mengusung tema “Menumbuhkan Jiwa Wirausaha yang Kreatif, Inovatif dan Berdaya Saing”, dengan tujuan untuk memberikan motivasi, wawasan, serta inspirasi kepada generasi muda dan masyarakat umum dalam mengembangkan semangat kewirausahaan.
Webinar ini menghadirkan narasumber yang kompeten dan luar biasa yaitu Dadik Wahyu Chang, SH., MH., Founder UTERO Indonesia dan Konsultan Branding yang dipandu oleh moderator Dr. Ana Sopanah S, SE., M.Si., Ak., CA., CMA.. Ketua Bidang Ekonomi dan Bisnis YMM serta Dosen UWG Malang.
Ketua YMM, Syafiuddin, menyampaikan apresiasi yang tinggi kepada Bidang Ekonomi dan Bisnis YMM selaku penyelenggara kegiatan. Ia mengucapkan terima kasih atas terselenggaranya webinar yang dinilai sangat bermanfaat dan relevan dengan kebutuhan pengembangan sumber daya manusia saat ini.
“Webinar ini merupakan wujud nyata komitmen YMM dalam mendukung peningkatan kapasitas generasi muda, khususnya dalam bidang kewirausahaan. Semoga kegiatan seperti ini dapat terus berlanjut dan memberikan dampak positif bagi masyarakat luas,” ujar Ketua YMM, Selasa (20/1/26).
Dalam pemaparan materinya, Dadik menekankan pentingnya membangun mental wirausaha yang kreatif dan inovatif agar mampu bersaing di tengah dinamika perkembangan zaman. Peserta juga diberikan pemahaman mengenai strategi memulai usaha, membangun ide bisnis, serta cara menghadapi tantangan dalam dunia usaha.
Sementara itu, pada closing statement, Ketua Dewan Pembina YMM, H. Moh. Supriyadi, menyampaikan pesan motivasi kepada seluruh peserta webinar. Beliau menegaskan bahwa dalam membangun sebuah usaha tidak hanya dibutuhkan modal, tetapi juga kreativitas, konsistensi, dan semangat yang kuat.
“Bisnis itu membutuhkan kreativitas, konsistensi, dan semangat. Tanpa ketiga hal tersebut, akan sulit bagi seorang wirausaha untuk bertahan dan berkembang,” ungkapnya.
Webinar ini berlangsung interaktif dengan adanya sesi diskusi dan tanya jawab yang di pandu oleh moderator. Salah satu penanya Moh Sakir, menanyakan terkait “faktor apa yang paling dominan berpengaruh sehingga membentuk karakter kuat seperti saat ini,” katanya (*)


