SUMENEP, pekaaksara.com – Sebuah video yang memperlihatkan aksi tak pantas sejumlah petugas SPPG Cendikia Waskita di Kecamatan Kangayan mendadak viral dan memantik kemarahan publik.
Dalam rekaman berdurasi 1 menit 6 detik tersebut, terlihat beberapa petugas perempuan berjoget, bernyanyi, bahkan dengan santainya menaburkan uang layaknya sedang berpesta.
Aksi ini sontak dinilai mencederai rasa empati masyarakat, terlebih di tengah kondisi ekonomi yang belum sepenuhnya pulih. Alih-alih menjadi teladan, perilaku tersebut justru dianggap “ngegas ke bawah” atau pamer di saat banyak warga masih berjuang memenuhi kebutuhan sehari-hari.
Badan Permusyawaratan Desa (BPD) Kangayan, Pongli, tak bisa menyembunyikan kegeramannya. Ia menyebut tindakan para petugas itu sebagai bentuk ketidakpekaan yang nyata.
“Ini sangat tidak patut dicontoh,” tegas Pongli, Senin (6/4/26).
Ia juga mengungkap bahwa persoalan ini bukan yang pertama. Sebelumnya, kualitas menu yang dibagikan kepada siswa sempat menuai kritik karena dinilai kurang layak.
Kini, ditambah dengan aksi joget sambil nyawer, publik semakin mempertanyakan integritas dan profesionalisme para petugas.
“Bukan memperbaiki kualitas, ini malah bikin masalah lagi,” lanjutnya dengan nada kesal.
Pongli mendesak pemerintah pusat untuk turun tangan dan melakukan evaluasi menyeluruh terhadap kinerja petugas SPPG di wilayah tersebut.
Ia khawatir, jika dibiarkan, perilaku seperti ini bisa memberikan contoh buruk bagi masyarakat, terutama siswa yang seharusnya mendapat pendidikan karakter yang baik.
Ia pun menilai aksi tersebut sebagai bentuk krisis etika di lingkungan pelayanan publik (*)



