Penguatan Tata Kelola Arsip Pertanahan di Era Digital Jadi Fokus Kolaborasi ATR/BPN dan ANRI

pekaaksara.com

Atr/bpn
kunjungan Sekretaris Jenderal ATR/BPN, Dalu Agung Darmawan, ke Kantor Arsip Nasional Republik Indonesia (ANRI) di Jakarta

SUMENEP, pekaaksara.com — Upaya memperkuat tata kelola arsip pertanahan di era digital terus didorong oleh Kementerian Agraria dan Tata Ruang/Badan Pertanahan Nasional (ATR/BPN).

Hal ini ditandai dengan kunjungan Sekretaris Jenderal ATR/BPN, Dalu Agung Darmawan, ke Kantor Arsip Nasional Republik Indonesia (ANRI) di Jakarta, pada Rabu kemarin.

Dalam pertemuan tersebut, Dalu menegaskan bahwa arsip memiliki peran krusial sebagai fondasi utama pelayanan publik di sektor pertanahan. Menurutnya, kualitas pengelolaan arsip sangat menentukan kemampuan negara dalam menjaga aset masyarakat sekaligus meminimalkan potensi sengketa.

“Arsip merupakan tulang punggung pelayanan ATR/BPN. Pengelolaannya harus diperkuat agar mampu menjamin keamanan dan keabsahan data pertanahan,” ujarnya, Selasa (7/4/26).

Ia juga menyoroti kompleksitas pengelolaan arsip yang dihadapi ATR/BPN, mengingat luasnya wilayah kerja dan banyaknya kantor pertanahan di seluruh Indonesia. Dalam praktiknya, persoalan arsip kerap menjadi hambatan ketika muncul konflik pertanahan, terutama jika dokumen sulit ditemukan atau tidak tertata dengan baik.

Menurut Dalu, tantangan tersebut tidak hanya berkaitan dengan sistem, tetapi juga kapasitas sumber daya manusia (SDM) yang menangani kearsipan. Evaluasi menyeluruh diperlukan untuk memastikan apakah kendala berasal dari keterbatasan tenaga atau belum optimalnya sistem yang berjalan.

Transformasi digital melalui penerapan sertipikat elektronik turut menambah dinamika dalam pengelolaan arsip. Di satu sisi, digitalisasi memberikan efisiensi dan meningkatkan keamanan data. Namun di sisi lain, keberadaan dokumen fisik tetap memerlukan penanganan khusus, termasuk penyediaan ruang penyimpanan yang memadai agar tidak menimbulkan penumpukan.

Menanggapi hal tersebut, Kepala ANRI, Mego Pinandito, menyatakan komitmennya untuk mendukung ATR/BPN dalam memperkuat tata kelola arsip pertanahan. Ia menilai peningkatan kapasitas SDM menjadi langkah strategis yang dapat segera diimplementasikan.

Sebagai bentuk dukungan konkret, ANRI mengusulkan integrasi kurikulum kearsipan ke dalam pendidikan di Sekolah Tinggi Pertanahan Nasional (STPN). Dengan pendekatan ini, calon aparatur pertanahan diharapkan memiliki pemahaman kearsipan sejak dini. Selain itu, program magang di unit arsip juga dinilai efektif untuk memberikan pengalaman praktis dengan pendampingan langsung dari ANRI.

ANRI juga membuka peluang kerja sama lanjutan, termasuk pendampingan teknis serta dukungan tenaga arsiparis sesuai kebutuhan. “Pada prinsipnya kami siap mendukung dan terus berkoordinasi agar tata kelola arsip pertanahan semakin baik dan adaptif,” ujar Mego (*)

Baca Juga

[addtoany]

Tinggalkan komentar

PASANG IKLAN DI SINI