Peka Aksara

Disini, aku pulang

Tips Solo Traveling Ala-Ala

Sebenarnya aku bukan orang yang pas sih jika ditanya perihal Solo Traveling. Karena memang perjalanan soloku ya masih sebatas pulau Jawa dan masih sangat jauh jika ditanya perihal ini.

Namun, karena beberapa teman-teman Peka Aksara ingin tau maka disinilah aku akan berbagi sedikit. Tapi jangan berhenti untuk mencari tau dari sumber lain yang lebih berpengalaman yaaa.

Karena Solo Traveling-ku ini aku lakukan semata-mata spontan dan kebanyakan karena jenuh dengan pekerjaan. Bukan berarti aku ndak suka dengan pekerjaanku, namun sesekali kita memang butuh menanam kembali semangat untuk terus tetap hidup dengan baik.

Dan pilihanku adalah, melakukan perjalanan.

Tujuan

Meskipun spontan, tujuan tetap perlu dipertimbangkan. Untuk yang baru pertama kali akan mencoba, coba aja dulu yang di dalam kota dan yang tidak terlalu jauh dari rumah. Misalnya, menjelajah Kota Tua di Jakarta.

Kadang, malah tempat yang terjangkau malah sering dilewatkan yang padahal banyak hal yang masih belum kita ketahui tentang tempat tersebut. Kadang seringkali rasanya ingin yang lebih jauh, tapi yang sering dilupakan adalah, bahwa kita pun butuh yang namanya Gladiresik untuk sekedar Solo Traveling.

Latihan aja dulu ke tempat terdekat, baru deh coba ke tempat yang lebih jauh. Kalau aku sendiri, dari masa sekolah memang sering keluar rumah, kemana aja yang masih terjangkau dengan kereta Jabodetabek. Nah dari situ kita akan belajar, kira-kira apa aja sih yang benar-benar kita butuhkan saat Solo Traveling. Termasuk bisa memperkirakan berapa budget yang akan kita habiskan untuk perjalanan.

Perlengkapan

Jika perjalanan memakan waktu hanya satu hari, berarti ndak perlu untuk membawa baju ganti. Ingat yaaa ini Solo Traveling bukan Solo Hiking jadi untuk yang berniat pergi ke gunung, jangan pernah coba sendiri, karena yang utama dari Hiking adalah kebersamaan.

Pilih ransel, sebagai yang akan melakukan perjalanan ransel ini udah paling oke banget. Karena bisa muat banyak untuk apapun yang akan kita bawa nanti. Nah ini adalah beberapa yang aku bawa/pakai ketika aku akan memulai perjalanan.

  • Botol minum (Usahakan jangan yang kecil)
  • Jas hujan/payung
  • Jaket
  • Bekal (Makan siang)
  • Dompet (Tanda pengenal)
  • Uang cash
  • Sandal/sepatu
  • Sapu tangan (Kurangi penggunaan tissue)
  • Ponsel (Yang ada pulsanya)
  • Jam tangan
  • Gunakan kaos yang mudah menyerap keringat
  • Topi
  • Buku bacaan dan buku catatan serta pulpen
  • Permen

Persiapan Mental

Nah ini yang kadang disepelekan, padahal mental sangat diperlukan. Jangan pernah menganggap remeh sebuah perjalanan. Ketika melakukan Solo Traveling jadilah seseorang yang menyenangkan, beda dengan menjadi orang yang pintar bicara ya. Karena aku pun pure Introvert.

Kuncinya cuma senyum, sapa, salam, ucapkan maaf dan terima kasih setiap kali bertemu atau berkenalan dengan orang lain di jalan. Jika ingin bertanya, jangan ragu. Kadang kalau sudah diperjalanan, kita yang ndak pandai bicara akan dipaksa keadaan dan mampu melewati kesulitan tersebut.

Kalau aku, malah lebih mudah berbincang dengan orang-orang yang baru aku temui. Karena aku tidak perlu khawatir mereka akan menyukai atau tidak, hanya karena percakapan singkat.

Potret

Aku bukan orang yang suka memotret diriku sendiri (Selfie) aku malah lebih suka menangkap gambar yang menurut pandanganku itu bagus. Jadi ndak heran kalau galeri fotoku lebih banyak foto yang mungkin kata orang ndak jelas, tapi ya itulah yang aku suka dan bisa membangunkan memoriku nanti ke depannya.

Itu kembali ke kalian, tapi mengabadikan momen sudah wajib hukumnya. Jadi jangan pernah melewatkan sesuatu yang menurut kalian indah dalam Solo Traveling tangkaplah momen tersebut dan simpan.

Waspada

Jangan pernah mengatakan kamu melakukan Solo Traveling kepada orang yang kamu temui, atau ketika kamu mengunggahnya di media sosial. Dengan begitu, kita tengah meminimalisir bahaya yang mungkin akan terjadi kepada kita.

Kebayang dong kalau udah ngobrol sama orang dan kita jujur sedang Solo Traveling? Kalau ternyata orang asing itu ndak sebaik yang kita anggap gimana? Jadi tetap hati-hati yaaa dan hindari tempat sepi. Itulah kenapa, Solo Traveling jarang menjajaki tempat sepi.

Dan jangan lupa berikan kabar orang terdekat tentang keadaanmu.

Alasan

Jangan melakukan perjalanan tanpa alasan dan perencanaan yang kurang matang. Mencari tau tentang rute dan kebiasaan orang-orang di kota tersebut juga sangat dibutuhkan. Jika ragu, jangan coba-coba melakukan Solo Traveling. Karena lancarnya perjalanan, juga dipengaruhi oleh keyakinan kita.

Pergilah kemana kamu mau melangkah, tapi jangan lupakan beberapa tips diatas yaaa. Oia jangan berhenti disini, tetap cari tau perihal Solo Traveling. Mungkin nanti aku akan posting beberapa cerita perjalanan sendiriku, segera.

Sudi menunggu? Heuheu.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *