Peka Aksara

Disini, aku pulang

Tidak Perlu Peduli Kemana Mereka Pergi

Datang dan pergi adalah tanda kehidupan, dan kehilangan adalah sebuah pembelajaran hidup yang paling sulit dan amat menyiksa. Jika itu adalah sekolah, aku mungkin murid senior yang sulit lulus dari pelajaran tersebut.

Terlalu peduli dengan kehilangan nyatanya adalah hal yang akan membuat gagal terus akan menerima kehilangan. Menyalahkan diri sendiri, memikirkan ‘Kenapa’ ‘Apa yang sebenarnya dia pikirkan’ ‘Apa ini salahku’ adalah senjata yang sebenarnya malah membunuh diri sendiri.

Menjajaki usia dewasa, pertanyaan itu sungguh sangat tidak layak digunakan. Dewasa adalah masa dimana egois sejatinya amat membantu untuk keberlangsungan hidup yang lebih baik, meski tidak semua begitu.

Tapi egois, adalah ramuan mujarab untuk sebuah kehilangan. Egois dan Bodo Amat adalah mantra yang sulit diresapi namun sangat membantu untuk mengobati. Ketika dewasa, kamu akan tau kenapa orang dewasa begitu egois.

Namun bukan berarti Egois dan Bodo Amat adalah yang legal untuk digunakan sehari-hari. Tidak, mereka hanya khusus digunakan untuk orang-orang dewasa yang tertekan.

Setelah waktu berjalan membentukmu menjadi dewasa kamu akan tau kenapa ruang lingkup menjadi begitu kecil. Kamu akan tau mengapa orang dewasa tidak memiliki banyak kerabat untuk sekedar bersenang-senang, salah satunya adalah ketidak siapan mereka akan kehilangan.

Mereka hanya akan menjadi baik ketika orang lain begitu menguntungkan untuk keegoisannya. Mereka tidak akan meletakkan hati untuk itu, hanya senyum dan waktu agar kebutuhan mereka terpenuhi.

Manusia sejatinya hanya baik untuk diri mereka sendiri, ketika mereka menyandang ‘Terlalu Baik’ adalah mereka yang membawa perasaan dan tidak profesional dalam sebuah hubungan.

Sejatinya manusia hanya mementingkan dirinya sendiri, untuk disayang Tuhan dan masuk Surga misalnya.

Jadi, kembali pikirkan ketika menyalahkan diri sendiri atas sebuah kehilangan. Mereka pergi dan memeluk saat pamit bukan berarti kamu mendapat tempat terbaik dalam hidupnya. Jangan bodoh untuk sendirian yang menganggap hal itu.

Bangun dan teruslah berjalan, karena akan terus ada Hallo dan Selamat Tinggal selama usiamu masih di selamatkan sang waktu.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *