SUMENEP, pekaaksara.com – Upaya Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Sumenep mempromosikan budaya daerah justru menuai kritik tajam dalam acara “SUMENEP MENYAPA” yang disiarkan secara langsung melalui salah satu media milik negara dan tayang di YouTube, Jumat (9/1/26).
Ironisnya, saat tiga Organisasi Perangkat Daerah (OPD) Sumenep berbicara mengenai kebudayaan lokal, layar justru menampilkan keris dengan gaya Surakarta (Solo) model warangka Ladrang.
Pemilik Helmi Art Museum Sumenep Kurator Keris menyayangkan keras kekeliruan tersebut. Menurutnya, kesalahan visual ini menunjukkan lemahnya pemahaman dasar terhadap budaya lokal yang justru ingin dipromosikan.
“Niatnya memang bagus, ingin memasarkan budaya Sumenep ke publik nasional. Tapi penyampaiannya keliru. Yang ditampilkan justru keris gaya Surakarta,” ujarnya.
Padahal, lanjutnya, Sumenep memiliki kekayaan model keris yang jumlahnya begitu bahyak.
Dan ia menegaskan bahwa Sumenep memiliki kekhasan budaya sendiri, termasuk tradisi perkerisan Madura yang memiliki karakter, bentuk, dan filosofi berbeda dengan keris Jawa gaya Surakarta.
“Kalau bicara budaya Sumenep, yang ditampilkan seharusnya identitas Sumenep, bukan budaya daerah lain. Ini bukan sekadar salah gambar, tapi salah pemahaman,” tambahnya.
Lebih jauh, pengamat tersebut menyebut kejadian ini sebagai tamparan keras bagi keseriusan Pemkab Sumenep dalam merawat dan memahami budayanya sendiri.
“Ini memalukan. Bicara budaya daerah sendiri di ruang publik nasional, tapi simbol yang ditampilkan malah budaya luar. Seolah-olah kita tidak punya identitas,” tegasnya (*)


