CIKEAS, pekaaksara.com – Semangat untuk mengabdi kepada bangsa menjadi warna utama pelaksanaan Seleksi Penerimaan Taruna Baru (SPTB) Tahun Akademik 2026/2027 yang diselenggarakan Politeknik Agraria STPN, perguruan tinggi di bawah naungan Kementerian Agraria dan Tata Ruang/Badan Pertanahan Nasional (ATR/BPN).
Sebanyak 2.114 peserta dari berbagai daerah mengikuti proses seleksi untuk menjadi calon sumber daya manusia unggul di bidang pertanahan dan tata ruang.
Salah satu peserta, Aditya Rahman (17), asal Bandung, Jawa Barat, memilih Program Studi Manajemen Penataan Ruang dan Pertanahan (MPRP) karena ingin berkontribusi dalam pengelolaan tata ruang di Indonesia.
Menurutnya, potensi wilayah Indonesia yang sangat besar membutuhkan penataan ruang yang berkualitas agar mampu memberikan manfaat maksimal bagi kesejahteraan masyarakat.
“Saya tetap semangat dan optimis mengikuti ujian ini karena ingin mengabdi untuk Indonesia, khususnya di bidang tata ruang yang masih memiliki potensi besar untuk dikembangkan,” ujar Aditya, Senin (6/7/26).
Untuk mempersiapkan diri, Aditya mempelajari berbagai materi seleksi, mulai dari matematika, pengetahuan umum, hingga dasar-dasar pertanahan. Ia juga aktif mencari informasi mengenai Politeknik Agraria STPN dan berdiskusi dengan para senior guna memperdalam pemahamannya.
Usai mengikuti ujian, Aditya mengaku sempat merasakan ketegangan. Namun, ia menilai materi yang diujikan masih sesuai dengan persiapan yang telah dilakukan, meski peserta dituntut lebih cermat dalam memahami soal-soal berbentuk narasi.
Semangat serupa juga ditunjukkan Malika Putri Aprilia Permana (18), peserta asal Karawang, Jawa Barat, yang memilih Program Studi Kebijakan dan Manajemen Pendaftaran Tanah (KMPT). Ia menilai bidang pertanahan memiliki peran penting karena berkaitan langsung dengan kehidupan masyarakat.
“Tanah adalah bagian yang tidak terpisahkan dari kehidupan manusia. Semua yang kita lakukan berawal dari tanah dan pada akhirnya kembali ke tanah. Karena itu saya ingin mempelajari bidang pertanahan lebih dalam,” kata Malika.
Malika mengaku telah mempersiapkan diri sejak duduk di bangku kelas XII dengan belajar secara rutin dan mengerjakan berbagai latihan soal. Baginya, tantangan terbesar bukan terletak pada tingkat kesulitan soal, melainkan kemampuan mengatasi rasa takut dan tetap percaya diri selama mengikuti seleksi.
Pelaksanaan SPTB Politeknik Agraria STPN Tahun Akademik 2026/2027 berlangsung pada 1–4 Juli 2026 di Kampus Politeknik Agraria STPN, Daerah Istimewa Yogyakarta, serta pada 2 Juli 2026 di Badan Pengembangan Sumber Daya Manusia (BPSDM) Kementerian ATR/BPN di Cikeas, Kabupaten Bogor.
Peserta yang dinyatakan lolos pada tahapan seleksi ini selanjutnya akan mengikuti tes kesehatan, kesamaptaan, dan wawancara sebelum ditetapkan sebagai calon taruna dan taruni Politeknik Agraria STPN Tahun Akademik 2026/2027 (*)
