pekaaksara

Jumlah Angkatan Kerja di Sumenep Menurun 3.096 Orang pada 2024

Pekaaksara

Sumenep
Ilustrasi pencaker

SUMENEP, pekaaksara.com – Jumlah angkatan kerja di Kabupaten Sumenep, Madura, Jawa Timur, mengalami penurunan sebanyak 3.096 orang, menjadi 727.652 pada Agustus 2024, jika dibandingkan dengan Agustus 2023.

Tingkat Partisipasi Angkatan Kerja (TPAK) juga mengalami penurunan 78,16 persen, turun 0,70 persen poin dibandingkan tahun lalu.

“Penurunan ini mengindikasikan adanya sedikit penurunan dalam jumlah penduduk yang aktif berpartisipasi dalam dunia kerja,” kata Kepala BPS Sumenep, Joko Santoso, Kamis (6/3/2025).

Perubahan sektor pekerjaan menjadi sorotan penting dalam laporan ini. Sektor manufaktur dan pertanian mengalami pengurangan jumlah pekerja yang signifikan. Sektor manufaktur kehilangan 13.965 pekerja, sementara sektor pertanian berkurang 10.966 pekerja.

Sebaliknya, sektor jasa menunjukkan angka yang positif, dengan penambahan 5.893 pekerja. Tren ini mencerminkan pergeseran ekonomi menuju sektor yang lebih berfokus pada pelayanan dan teknologi.

“Meski begitu, tingkat pengangguran terbuka (TPT.red) masih terbilang bagus, tercatat 1,69 persen, turun 0,02 persen dibandingkan tahun sebelumnya,” ujarnya.

Begitu di sektor formal juga mengalami pertumbuhan yang cukup signifikan. Sebanyak 186.901 orang, atau sekitar 26,13 persen dari total pekerja, kini bekerja di sektor formal, mengalami kenaikan sebesar 6,22 persen dibandingkan Agustus 2023.

“Ini menunjukkan pergeseran menuju pekerjaan yang lebih terjamin dan stabil,” tambahnya.

Namun, tantangan terbesar muncul dari lulusan pendidikan menengah. Lulusan Sekolah Menengah Kejuruan (SMK) tercatat memiliki Tingkat Pengangguran Terbuka (TPT) tertinggi di Sumenep, mencapai 8,07 persen, diikuti oleh lulusan Sekolah Menengah Atas (SMA) yang mencapai 4,57 persen.

Meski demikian, meskipun ada penurunan angka pengangguran dan perkembangan positif di sektor-sektor tertentu, upaya lebih lanjut diperlukan untuk meningkatkan kualitas dan kesiapan lulusan pendidikan menengah agar mereka lebih siap bersaing di pasar kerja yang semakin kompetitif (*)

Baca Juga

Tinggalkan komentar

PASANG IKLAN DI SINI