pekaaksara

Bupati Fauzi Wajibkan Desa di Sumenep Segera Bentuk Program Ketahanan Pangan

Pekaaksara

Sumenep
Bupati Sumenep di acara sosialisasi penggunaan 20 persen DD untuk program ketahanan pangan (Foto:Pekaaksara.com)

SUMENEP, pekaaksara.com – Bupati Sumenep, Achmad Fauzi Wongsojudo, menegaskan pentingnya percepatan pembentukan program ketahanan pangan di 330 desa se-Kabupaten Sumenep.

Hal ini ia sampaikan kepada seluruh Kepala Desa (Kades) pada sosialisasi yang digelar oleh Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Desa (DPMD) Kabupaten Sumenep.

Sosialisasi tersebut bertujuan untuk memberikan pemahaman terkait penggunaan minimal 20 persen Dana Desa (DD) yang dialokasikan untuk mendukung program ketahanan pangan, sesuai dengan arahan pemerintahan Prabowo-Gibran.

Acara yang berlangsung pada Senin, 17 Maret 2025, di Pendopo Keraton ini, dihadiri oleh seluruh Kades dari berbagai desa di Sumenep.

Dalam kesempatan tersebut, Bupati Fauzi menegaskan bahwa setiap desa di Sumenep harus segera merealisasikan program ketahanan pangan untuk memastikan kebutuhan pangan masyarakat dapat tercukupi secara mandiri.

“Program ketahanan pangan ini bukan hanya penting untuk ketahanan hidup masyarakat, tetapi juga menjadi salah satu cara untuk meningkatkan kesejahteraan desa. Oleh karena itu, saya meminta kepada seluruh kepala desa untuk memanfaatkan Dana Desa sebesar 20 persen yang dialokasikan untuk program ini,” tegas Fauzi dalam sambutannya.

Menurut Bupati Fauzi, dengan adanya dukungan dana tersebut, setiap desa memiliki kesempatan untuk mengembangkan berbagai inisiatif yang berkaitan dengan produksi pangan, mulai dari pertanian, peternakan, hingga perikanan.

Pemerintah Kabupaten Sumenep, lanjutnya, akan memberikan pendampingan dan fasilitas yang diperlukan agar program ini dapat terlaksana dengan baik.

Lebih lanjut, Fauzi juga mengingatkan agar setiap desa memanfaatkan dana tersebut secara transparan dan akuntabel. Ia menegaskan bahwa pengelolaan Dana Desa harus melibatkan seluruh lapisan masyarakat desa agar program ini dapat berjalan dengan efektif dan tepat sasaran.

“Bukan hanya di tingkat desa, tetapi juga di tingkat kabupaten, kita akan terus melakukan pengawasan untuk memastikan bahwa dana yang digunakan benar-benar memberikan manfaat untuk peningkatan ketahanan pangan di masyarakat,” ujar Fauzi.

Dengan adanya program ketahanan pangan yang diinisiasi oleh pemerintah, Bupati Fauzi berharap program ini, selain untuk mendukung ketahanan pangan, juga diharapkan dapat memperkuat perekonomian lokal dan menciptakan desa yang lebih maju dan mandiri.

Ia juga optimis bahwa dengan sinergi antara pemerintah desa, masyarakat, dan pemerintah kabupaten, ketahanan pangan di Sumenep akan semakin terjamin.

Dalam sosialisasi ini, DPMD Sumenep juga memberikan penjelasan rinci tentang mekanisme pengalokasian 20 persen Dana Desa yang diperuntukkan bagi program ketahanan pangan.

Kepala DPMD Kabupaten Sumenep, Anwar Syahroni Yusuf, menjelaskan bahwa dana tersebut dapat digunakan untuk berbagai kegiatan yang mendukung peningkatan produksi pangan sesuai potensi di desa, baik bentuknya nabati maupun hewani.

Untuk sektor hewani, program ini mencakup peternakan sapi, ayam, kambing, gurami, teripang, kerapu, kakap, dan lainnya. Sedangkan untuk sektor nabati, program ini meliputi penanaman padi, jagung, kedelai, ubi-ubian, dan sayuran.

“Program ini diharapkan dapat memperkuat ketahanan pangan di tingkat desa dan nasional,” tambahnya.

Melalui alokasi 20 persen Dana Desa untuk ketahanan pangan, pihaknya berharap desa-desa di Sumenep dapat mandiri dalam mengelola sumber daya alamnya. Selain itu, program ini juga diharapkan dapat menciptakan lapangan kerja dan mengurangi ketergantungan pada pasokan pangan dari luar daerah.

Sementara itu, beberapa Kepala Desa yang hadir dalam acara tersebut menyambut baik kebijakan ini. Salah satu di antaranya, Ketua Asosiasi Kepala Desa (AKD) Sumenep, Miskun Legiyono.

Yon sapaan akrabnya , mengungkapkan bahwa program ini sangat relevan untuk meningkatkan ketahanan pangan di desa mereka yang mayoritas bergantung pada sektor pertanian.

“Kami sangat mendukung program ini. Di desa kami, sebagian besar warga bekerja di bidang pertanian, dan dengan adanya bantuan dana untuk pengembangan sektor ini, kami berharap bisa meningkatkan hasil pertanian serta menciptakan keberlanjutan di bidang pangan,” pungkasnya (*).

 

Baca Juga

Tinggalkan komentar

PASANG IKLAN DI SINI