NU Sumenep di Era Digital: Kepemimpinan Baru, Tradisi Lestari, Ekonomi Umat Harus Naik Kelas

pekaaksara.com

Nu sumenep
Sadawi, S.Pd.I (Praktisi Financial Market & Founder PT. AM Capital International)

SUMENEP, Pekaaksara.com — KH. Ahmad Washil Hasyim ditetapkan sebagai Rais Syuriah dan KH. M. Widadi Rahim sebagai Ketua Tanfidziyah PCNU Sumenep Masa Khidmat 2025–2030 setelah melalui hasil Konferensi Cabang Nahdlatul Ulama di Pondok Pesantren Annuqayah Latee, Guluk-Guluk, pada Minggu (7/12/25).

Hal ini dinilai menjadi aura kebahagiaan dan optimisme baru bagi warga Nahdliyin di Kabupaten Sumenep.

Dua tokoh tersebut pun dinilai bukan sekadar pergantian struktural, melainkan tonggak pentingdalam perjalanan jam’iyyah di ujung timur Pulau Madura.

NU Sumenep dan Tantangan Ekonomi Baru
Kabupaten Sumenep kini memasuki fase perubahan besar. Turbulensi ekonomi global, kompetisi pasar yang makin terbuka, serta percepatan teknologi digital menuntut daerah ini bergerak lebih adaptif.

Sumenep memiliki potensi besar alam, perikanan, pertanian, budaya, dan sumber daya pesantren, namun semuanya harus diolah dengan strategi baru.
Di tengah situasi tersebut, NU tidak boleh berjalan lambat.

Momentum Kebangkitan Ekonomi Umat
PCNU Sumenep diharapkan menjadi lokomotif gerakan ekonomi yang lebih modern dan terarah. Fokusnya mencakup:

1. Literasi digital santri dan pemuda NU
Agar mereka tidak hanya menjadi pengguna teknologi, tetapi pelaku ekonomi digital yang produktif.
2. Program pemberdayaan ekonomi berbasis pesantren
Mulai dari UMKM, koperasi pesantren, hingga inkubasi bisnis santri.
3. Kolaborasi dengan pemerintah dan sektor usaha
Untuk membuka akses pelatihan, pendanaan, serta pasar.
4. Penguatan struktur NU dari Ranting, PAC, hingga Banom
Gerakan besar selalu lahir dari akar rumput.
“Santri harus melek kitab, tetapi juga melek digital. Ekonomi umat harus naik kelas, tidak boleh berhenti sebagai slogan.

Pemuda Sumenep dan Tantangan Ekonomi Digital

Era ekonomi digital menghadirkan ruang kompetisi baru:
e-commerce, konten kreatif, digital marketing, fintech, hingga pasar finansial. Semua ini mensyaratkan pemuda NU untuk adaptif dan progresif.

Sumenep memiliki modal sosial dan spiritual besar, qubuliyah masyarakat terhadap ulama, jaringan pesantren, serta karakter budaya yang kuat. Dengan sentuhan inovasi, potensi ini bisa berubah menjadi daya saing ekonomi nyata.

Harapan untuk Masa Khidmat 2025–2030
Kepengurusan baru PCNU Sumenep diharapkan mampu:
• Menjaga kemurnian akidah Ahlussunnah wal Jama’ah
• Merawat tradisi pesantren dengan tetap membuka ruang inovasi
• Menjaga marwah ulama serta melayani jamaah secara langsung
• Mendorong kemandirian ekonomi umat
• Menghidupkan kembali gerakan di ranting dan PAC sebagai basis kekuatan organisasi

Selamat dan barakah atas terpilihnya KH. Ahmad Washil Hasyim dan KH. M. Widadi Rahim sebagai Rais Syuriah dan Ketua Tanfidziyah PCNU Sumenep Masa Khidmat 2025–2030.

Semoga kepemimpinan baru ini membawa keberkahan, kemajuan, serta mampu menjadi nakhoda yang kokoh dalam memandu warga Nahdliyin menyongsong era digital dan tantangan ekonomi global.

Sumenep bergerak maju. Pemuda melek digital. Ekonomi umat naik kelas. NU menjadi garda depan perubahan.

Oleh : Sadawi, S.Pd.I
(Praktisi Financial Market & Founder PT. AM Capital International)

Baca Juga

[addtoany]

Tinggalkan komentar

PASANG IKLAN DI SINI