Dinilai Tak Becus Tangani Kasus Pengeroyokan, Aktivis Sumenep Desak Polres Copot Kapolsek dan Kanitreskrim Pasongsongan

pekaaksara.com

Sumenep
Demo di Mapolres Sumenep

SUMENEP, pekaaksara.com – Kinerja aparat Kepolisian Sektor (Polsek) Pasongsongan kembali menuai sorotan. Sejumlah aktivis di Kabupaten Sumenep mendesak Polres Sumenep untuk mencopot Kapolsek dan Kanitreskrim Pasongsongan karena dinilai lamban dan tidak profesional dalam menangani kasus pengeroyokan.

Desakan tersebut mencuat akibat belum adanya perkembangan signifikan dalam penanganan kasus pengeroyokan yang menimpa seorang warga Desa Campaka berinisial M (27). Padahal, kasus tersebut telah berjalan lebih dari dua bulan.

Berdasarkan informasi yang dihimpun, hingga kini lima orang terduga pelaku masih berstatus Daftar Pencarian Orang (DPO). Namun, aparat penegak hukum belum berhasil mengamankan satu pun pelaku, sehingga menimbulkan kekecewaan dari berbagai pihak.

Aktivis Sumenep, Tolak, menilai lambannya penanganan perkara ini menunjukkan lemahnya kinerja pimpinan di tingkat Polsek.

“Copot saja Kapolsek dan Kanitreskrim Pasongsongan itu. Sudah lebih dari dua bulan, tapi tidak ada hasil apa-apa. Ini menyangkut rasa keadilan masyarakat,” tegas Tolak, Rabu (31/12/2025).

Ia juga menilai kondisi tersebut berpotensi menurunkan kepercayaan publik terhadap institusi kepolisian, khususnya di wilayah Pasongsongan.

“Kalau kasus seperti ini dibiarkan berlarut-larut, masyarakat akan semakin apatis dan tidak percaya pada penegakan hukum,” tambahnya.

Sebelumnya, sejumlah media telah memberitakan kasus pengeroyokan ini, termasuk penetapan lima terduga pelaku sebagai DPO oleh pihak kepolisian. Dalam pemberitaan sebelumnya, aparat berjanji akan menindaklanjuti dan mengejar para pelaku hingga tertangkap.

Namun hingga kini, janji tersebut belum menunjukkan hasil konkret di lapangan.

Aktivis meminta Polres Sumenep segera melakukan evaluasi internal, sekaligus mengambil langkah tegas agar kasus pengeroyokan tersebut segera tuntas dan memberikan kepastian hukum bagi korban.

Aktivis Sumenep akan menggelar aksi ke Mapolres hingga Polsek Pasongsongan jika kasus tersebut belum jiga menemukan titik terang dan akan dikawal hingga tuntas (*)

Baca Juga

[addtoany]

Tinggalkan komentar

PASANG IKLAN DI SINI