pekaaksara

Empat Kali Mudik Gratis, Prestasi Bupati Achmad Fauzi dalam Mengabdi untuk Warga Sumenep

Pekaaksara

Mudik Gratis
Bupati Sumenep, Achmad Fauzi Wongsojudo

SUMENEP, pekaaksara.com – Dalam upaya mempererat tali silaturahmi antara perantau dan keluarga di kampung halaman, Bupati Sumenep, Achmad Fauzi Wongsojudo telah melaksanakan program mudik gratis selama empat kali di masa kepemimpinannya.

Program ini telah terbukti menjadi salah satu inovasi unggulan yang memberikan manfaat langsung kepada masyarakat, terutama bagi warga yang merantau ke luar daerah dan ingin merayakan hari besar bersama keluarga di kampung halaman.

Program Mudik Gratis: Solusi bagi Perantau

Bupati Fauzi mengatakan, mudik merupakan tradisi tahunan yang sangat dinantikan oleh masyarakat Sumenep, terutama pada saat perayaan hari raya seperti Idul Fitri, dan Idul Adha. Namun, tidak sedikit perantau yang kesulitan untuk pulang karena biaya transportasi yang semakin mahal, terutama bagi mereka yang bekerja dengan penghasilan terbatas.

Untuk menjawab tantangan ini, politisi PDI Perjuangan tersebut menggagas program mudik gratis yang pertama kali diluncurkan pada tahun 2022. Ia memaparkan, Idul Fitri pada tahun 2022 dan 2025, sedangkan Idul Adha tahun 2024 dan 2025.

Melalui program ini, Pemkab Sumenep bekerja sama dengan berbagai pihak, termasuk perusahaan otobus dan instansi terkait, untuk menyediakan fasilitas transportasi darat maupun laut secara gratis bagi warga yang ingin mudik.

Tidak hanya itu, setiap tahunnya, program ini terus mengalami peningkatan jumlah peserta dan destinasi yang dilayani.

Dampak Positif bagi Warga

Sejak pertama kali dilaksanakan, program mudik gratis ini telah menyentuh ribuan warga di Kota Keris. Program ini memberikan kesempatan kepada mereka yang sebelumnya tidak mampu untuk pulang ke kampung halaman karena terkendala biaya transportasi.

Selain itu, program ini juga memfasilitasi warga yang berada di luar kota untuk kembali bersama keluarga, menjaga kekuatan ikatan sosial dan kekerabatan yang sangat penting dalam budaya masyarakat.

“Saya sangat bersyukur atas adanya program mudik gratis ini. Setiap tahun saya selalu merasa khawatir dengan biaya mudik, tapi sejak ada program ini, saya bisa merayakan Idul Fitri bersama orang tua dan keluarga di kampung halaman tanpa beban biaya,” ujar Rizki, salah seorang penerima manfaat program mudik gratis yang bekerja di Jakarta, Minggu (16/3/2025).

Tantangan dan Keberhasilan

Pelaksanaan program mudik gratis tentunya tidak terlepas dari berbagai tantangan, mulai dari logistik, koordinasi antar instansi, hingga anggaran yang harus dikelola dengan baik. Namun, Bupati Achmad Fauzi bersama jajaran Pemkab Sumenep, selalu berkomitmen untuk memastikan kelancaran program ini.

“Setiap tahunnya, kami melakukan evaluasi untuk meningkatkan kualitas layanan dan jumlah peserta. Kami juga memastikan bahwa armada yang digunakan dalam program ini dalam kondisi baik dan aman, serta rute perjalanan yang ditempuh efisien agar para pemudik bisa sampai dengan selamat dan tepat waktu,” ungkap Achmad Fauzi.

Selain itu, para penerima manfaat juga diberikan fasilitas tempat peristirahatan yang nyaman. Semua ini dilakukan demi memberikan pengalaman mudik yang aman, nyaman, dan penuh kebahagiaan.

Meningkatkan Kualitas Kehidupan Sosial

Program mudik gratis ini tidak hanya berfokus pada kebutuhan logistik, tetapi juga memiliki dampak sosial yang besar. Kembalinya warga ke kampung halaman memberikan efek positif bagi kehidupan sosial masyarakat.

Di kampung halaman, perantau yang pulang membawa berbagai pengalaman dan pengetahuan baru yang dapat mereka bagikan kepada keluarga dan masyarakat sekitar.

Contoh Cerita Sukses dari Penerima Manfaat

Salah satu penerima manfaat program mudik gratis, Rizki, mengungkapkan kisahnya yang menggugah. Dia adalah penjaga kelontong Madura di Jakarta yang setiap tahun harus menabung cukup lama untuk biaya mudik. Namun, sejak adanya program mudik gratis, ia merasa sangat terbantu.

“Setiap tahun saya harus menunggu beberapa bulan untuk bisa mengumpulkan uang mudik. Kadang, saya merasa khawatir tidak bisa pulang. Tapi sekarang, berkat program ini, saya bisa pulang setiap tahun tanpa perlu khawatir soal biaya. Ini sangat membantu, terutama untuk kami yang bekerja dengan penghasilan yang terbatas,” tuturnya.

Masa Depan Program Mudik Gratis

Program mudik gratis yang digagas oleh Bupati Achmad Fauzi ini terus berkembang setiap tahunnya. Tidak hanya sekadar menjadi tradisi, tetapi juga sebagai bukti nyata dari komitmen pemerintah dalam meningkatkan kesejahteraan warga.

Pada tahun 2025 ini, jumlah peserta mudik gratis diperkirakan akan meningkat lebih dari dua kali lipat dibandingkan tahun sebelumnya, mengingat antusiasme masyarakat yang sangat tinggi.

Bupati Achmad Fauzi berencana dengan pemerintah untuk memperluas jangkauan program ini dengan menambah jumlah armada transportasi dan rute perjalanan yang dilayani.

“Kami ingin memastikan bahwa setiap warga, tanpa terkecuali, dapat merasakan kebahagiaan mudik ke kampung halaman. Mudik bukan hanya tentang perjalanan fisik, tetapi juga tentang mempererat hubungan keluarga dan menjaga nilai-nilai kebersamaan,” tambah Bupati Achmad Fauzi.

Kesimpulan

Program mudik gratis yang dilaksanakan selama empat kali masa kepemimpinan Bupati Achmad Fauzi adalah salah satu prestasi yang patut diapresiasi. Dengan memberikan akses transportasi yang terjangkau bagi para perantau, program ini tidak hanya meringankan beban ekonomi, tetapi juga memperkuat hubungan sosial antarwarga.

Mudik gratis menjadi simbol dari kepemimpinan yang mendengarkan kebutuhan masyarakat dan memberikan solusi nyata. Program ini diharapkan terus berkembang dan dapat dirasakan oleh lebih banyak warga di masa yang akan datang (*)

Baca Juga

Tinggalkan komentar

PASANG IKLAN DI SINI