SUMENEP, pekaaksara.com — Bencana angin puting beliung melanda tiga kecamatan di Kabupaten Sumenep, Madura, yakni Kecamatan Bluto, Pragaan, dan Guluk-Guluk. Kejadiannya, pada Minggu (1/2/26).
Akibat kejadian tersebut, sebanyak 201 warga terdampak dengan tingkat kerusakan Rumah, Musala hingga Sekolah yang bervariasi, mulai dari ringan hingga berat.
Kecamatan Pragaan menjadi wilayah terdampak paling parah, khususnya di Desa Karduluk. Di desa tersebut, tercatat 178 warga terdampak, dengan kerusakan terparah terjadi di Dusun Reng Perreng.
Sebagai bentuk kepedulian, Pemerintah Kabupaten Sumenep melalui Badan Amil Zakat Nasional (Baznas), Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD), serta aparat kepolisian menyalurkan bantuan tahap pertama kepada para korban. Bantuan yang diberikan berupa uang tunai, paket logistik, serta makanan siap saji.
Kepala BPBD Kabupaten Sumenep, Laili Maulidi, menjelaskan bahwa penyaluran bantuan didasarkan pada hasil pendataan di lapangan.
“Besaran bantuan tidak disamaratakan, melainkan disesuaikan dengan tingkat kerusakan rumah warga,” ujarnya saat menyerahkan bantuan di Desa Karduluk, Rabu (4/2/2026).
Sementara itu, Kepala Baznas Kabupaten Sumenep, Akhmad Rahman, menyampaikan bahwa bantuan tersebut merupakan wujud kepedulian pemerintah daerah terhadap masyarakat yang tertimpa musibah.
“Kami berharap bantuan ini dapat meringankan beban warga terdampak dan dimanfaatkan sebaik mungkin,” katanya.
Salah satu penerima bantuan, Eksan, warga Desa Karduluk, menyampaikan apresiasi dan terima kasih kepada Pemerintah Kabupaten Sumenep.
“Kami mengucapkan terima kasih kepada Bupati Sumenep dan seluruh jajaran Pemkab atas bantuan yang telah diberikan pascakejadian angin puting beliung ini,” tuturnya.
Pemerintah Kabupaten Sumenep bersama instansi terkait terus melakukan pemantauan di lokasi terdampak dan berkomitmen untuk memberikan bantuan lanjutan sesuai dengan kebutuhan masyarakat di lapangan (*)


