Wisata Makin Maju, Awal 2026 Sumenep Diserbu Wisman Australia

pekaaksara.com

Sumenep
Keterangan Foto: Dokumen Wisman Autralia bersama Bupati Sumenep, Achmad Fauzi Wongsojudo di Festival Tongtong 2024

SUMENEP, pekaaksara.com – Awal tahun 2026 menjadi momentum membanggakan bagi Kabupaten Sumenep. Sejumlah wisatawan asal Australia, termasuk perwakilan resmi Pemerintah Australia, melakukan rangkaian kunjungan wisata budaya dan alam yang berlangsung dalam beberapa tahap sejak Januari hingga Februari 2026.

Kunjungan pertama berlangsung pada 22 Januari 2026, dipimpin langsung oleh Konjen Australia di Surabaya. Dalam agenda tersebut, rombongan berkunjung ke Pendopo Keraton Sumenep yang menjadi simbol pusat pemerintahan sekaligus ikon sejarah daerah.

Mereka juga mengunjungi Desa Aeng Tong-Tong yang dikenal sebagai sentra pembuatan keris dan warisan budaya yang telah mendunia.

Di pendopo, rombongan disambut secara resmi oleh Pemerintah Kabupaten Sumenep. Pertemuan berlangsung hangat dan penuh semangat kolaborasi, sekaligus menjadi ajang promosi potensi unggulan Sumenep di sektor budaya dan pariwisata.

“Kunjungan ini menjadi kebanggaan bagi masyarakat Sumenep. Ini bukti bahwa potensi wisata kita semakin dikenal dan dipercaya oleh wisatawan mancanegara,” ujar Achmad Fauzi Wongsojudo, Rabu (25/2/26).

Ia menegaskan, pemerintah daerah terus melakukan pembenahan dari sisi infrastruktur, aksesibilitas, hingga peningkatan kualitas layanan bagi wisatawan.

Selanjutnya, pada 23 Januari 2026, wisatawan Australia kembali menikmati pengalaman berbeda dengan menggunakan kapal pesiar dari Pelabuhan Kalianget menuju kawasan kota dan pendopo.

Perjalanan laut tersebut sekaligus memperlihatkan potensi wisata bahari Sumenep yang kaya dengan gugusan pulau eksotis, pantai berpasir putih, serta panorama laut yang memikat.

Rangkaian kunjungan berlanjut pada 20 Februari 2026. Rombongan kembali bertolak dari Pelabuhan Kalianget menuju Lapangan Giling untuk menyaksikan secara langsung tradisi legendaris Karapan Sapi. Atraksi budaya khas Madura itu menampilkan semangat, kekompakan, dan nilai tradisi yang kuat.

Usai menyaksikan perlombaan, rombongan kembali menuju pendopo untuk agenda ramah tamah dan diskusi pengembangan kerja sama pariwisata.

Kepala Dinas Kebudayaan, Pariwisata, Pemuda dan Olahraga (Disbudporapar) Kabupaten Sumenep, Faruk Hanafi, menyampaikan bahwa kunjungan ini merupakan hasil promosi berkelanjutan yang dilakukan pemerintah daerah ke pasar internasional, termasuk Australia.

“Kami terus memperkuat promosi digital, menjalin kerja sama dengan agen perjalanan, serta menghadirkan event budaya yang konsisten dan berkualitas. Kehadiran wisatawan Australia ini menunjukkan bahwa branding pariwisata Sumenep semakin efektif,” ungkapnya.

Lebih lanjut, Pemerintah Kabupaten Sumenep menargetkan kunjungan wisatawan pada tahun 2026 mencapai 2 juta orang, baik wisatawan domestik maupun mancanegara.

Target ambisius tersebut diyakini realistis melihat tren peningkatan kunjungan di awal tahun serta semakin luasnya promosi dan konektivitas transportasi menuju wilayah kepulauan.

Menurut Fa4uk Hanafi, pencapaian target tersebut akan berdampak signifikan terhadap pertumbuhan ekonomi daerah, khususnya sektor UMKM, perhotelan, kuliner, dan jasa transportasi.

“Pariwisata menjadi salah satu sektor unggulan yang mampu menggerakkan ekonomi masyarakat. Dengan kolaborasi semua pihak, kami optimistis target 2 juta kunjungan wisatawan di 2026 bisa tercapai,” tegasnya.

Dengan kekuatan wisata budaya seperti keraton dan sentra keris Aeng Tong-Tong, tradisi Karapan Sapi yang mendunia, serta potensi wisata bahari yang memikat, Sumenep kini semakin mantap melangkah sebagai destinasi wisata unggulan di tingkat nasional maupun internasional.

Kedatangan wisatawan Australia di awal 2026 ini pun menjadi simbol nyata bahwa Sumenep tengah berada di jalur yang tepat menuju kebangkitan pariwisata yang berkelanjutan dan berdaya saing global (*)

Baca Juga

[addtoany]

Tinggalkan komentar

PASANG IKLAN DI SINI