SUMENEP, pekaaksara.com – Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Desa (DPMD) Kabupaten Sumenep terus menunjukkan komitmennya dalam memperkuat tata kelola Badan Usaha Milik Desa (BUMDesa) agar semakin profesional dan akuntabel.
Salah satu langkah nyata yang dilakukan yakni menggelar Bimbingan Teknis (Bimtek) Pengelolaan Keuangan BUMDesa Berbasis Aplikasi di De Baghraf Hotel Sumenep selama dua hari, mulai 12 hingga 13 Maret 2025.
Kegiatan tersebut diikuti oleh Person In Charge (PIC) BUMDesa, pendamping desa, serta perwakilan pengurus BUMDesa dari 27 kecamatan se-Kabupaten Sumenep.
Plt. Kepala DPMD Kabupaten Sumenep, Anwar Syahroni Yusuf melalui Kepala Bidang Pengembangan Usaha Ekonomi Kreatif Desa (PUEKD), Fadholi menjelaskan, bimtek ini bertujuan meningkatkan kapasitas pengelola sekaligus memperkuat kelembagaan BUMDesa di daerah.
Menurutnya, seluruh peserta dibekali penguatan kompetensi dalam pelaporan keuangan berbasis aplikasi. Adapun aplikasi yang digunakan merupakan aplikasi BUMDesa yang dikembangkan oleh PKN STAN serta aplikasi Forsa BUMDesa.
“Ini merupakan upaya Pemerintah Kabupaten Sumenep untuk menggairahkan BUMDesa sebagai garda terdepan lembaga perekonomian profesional di desa,” ujarnya, Jumat (15/5/26).
Fadholi menambahkan, aplikasi tersebut bersifat offline dan hanya dapat diakses oleh pengelola keuangan BUMDesa. Meski demikian, laporan keuangan tetap dapat dibuka kepada publik melalui forum Musyawarah Desa (Musdes) sebagai bentuk transparansi kepada masyarakat.
Usai pelatihan, DPMD Sumenep juga akan melakukan pendampingan berkelanjutan kepada para pengelola BUMDesa.
Bahkan, hasil perkembangan pengelolaan tersebut nantinya akan dilaporkan secara berkala kepada Kementerian Desa, Pembangunan Daerah Tertinggal, dan Transmigrasi Republik Indonesia.
“Karena peserta yang hadir hanya perwakilan, nantinya akan dilakukan pengimbasan melalui forum kecamatan berupa ‘Tadarus Kecamatan’ yang akan dibentuk setelah kegiatan ini,” tegasnya.
Sementara itu, Tenaga Ahli Klinik BUMDesa DPMD Provinsi Jawa Timur, Novi Hendra Wiraman menyampaikan bahwa aplikasi yang digunakan dalam pelatihan tersebut telah distandardisasi oleh Kementerian Desa.
Ia menegaskan, pendampingan tidak berhenti pada pelaksanaan bimtek saja, melainkan akan dilakukan secara berkelanjutan melalui pelatihan dan diskusi baik secara daring maupun luring.
“Aplikasi ini berbasis excel sehingga mudah dipahami dan dioperasikan oleh pengurus BUMDesa untuk melaporkan keuangannya. Dengan begitu, setiap laporan menjadi lebih akuntabel dan profesional,” pungkasnya (*)



