SUMENEP, pekaaksara.com — Alunan tabuhan musik tongtong menggema di jantung Kota Sumenep.
Berpadu dengan atraksi tari yang memikat, Festival Tongtong se-Madura sukses menghadirkan kemeriahan sekaligus menegaskan bahwa kesenian tradisional menjadi kekuatan Sumenep untuk memperkenalkan kekayaan budaya Madura kepada Nusantara.
Festival yang menjadi bagian dari 120 agenda Kharisma Event Nusantara (KEN) 2026 Kementerian Pariwisata tersebut berlangsung meriah dengan melibatkan kelompok-kelompok tongtong dari berbagai daerah di Madura.
Puluhan ribu pengunjung memadati sepanjang rute parade, mulai dari depan Masjid Jamik Sumenep hingga Jalan Halim Perdana Kusuma.
Mereka disuguhi penampilan khas masing-masing kelompok, mulai dari harmonisasi tabuhan musik tongtong, atraksi tari, hingga kreasi pertunjukan yang memadukan kekuatan tradisi dan kreativitas.
Sorak gembira dan tepuk tangan penonton tak terbendung setiap kali kelompok peserta menampilkan atraksi andalannya. Suasana tersebut menjadi bukti bahwa kesenian tradisional masih memiliki daya tarik kuat di tengah perkembangan zaman.
Kemeriahan festival turut disaksikan perwakilan Kementerian Pariwisata serta delegasi dari Bali yang hadir untuk melihat secara langsung kekayaan budaya dan potensi seni pertunjukan yang dimiliki Kabupaten Sumenep.
Bupati Sumenep, Achmad Fauzi Wongsojudo, bersama Kepala Dinas Kebudayaan, Kepemudaan, Olahraga dan Pariwisata (Disbudporapar) Sumenep, Faruk Hanafi, menjadi bagian dari upaya mendorong kesenian daerah agar semakin dikenal luas.
“Masuknya Festival Tongtong se-Madura di Sumenep dalam KEN 2026 menjadi momentum penting bagi Sumenep untuk memperkuat promosi pariwisata berbasis budaya,” ujar Bupati Fauzi, Minggu (18/10/26).
Menurutnya, bukan sekadar hiburan, festival ini menjadi ruang bagi para seniman untuk menunjukkan identitas, kreativitas, dan kekayaan tradisi yang diwariskan lintas generasi.
Melalui musik tongtong, Sumenep membuktikan bahwa kesenian lokal mampu menghadirkan kebanggaan sekaligus menyampaikan pesan tentang keberagaman budaya Indonesia (*)

