Umpan Balik Penilaian Kompetensi Jadi Pijakan Pengembangan Pegawai Kementerian ATR/BPN

pekaaksara.com

20 Agu 2026

atr/bpn
Kegiatan Umpan Balik (Feedback) Pemetaan Kompetensi Pegawai, yang digelar di Aula Prona Kementerian ATR/BPN, Jakarta, Rabu (19/8/26).

JAKARTA, pekaaksara.com — Kementerian Agraria dan Tata Ruang/Badan Pertanahan Nasional (ATR/BPN) terus memperkuat kualitas sumber daya manusia (SDM) melalui pemetaan dan pengembangan kompetensi pegawai.

Salah satunya dilakukan melalui kegiatan Umpan Balik (Feedback) Pemetaan Kompetensi Pegawai, yang digelar di Aula Prona Kementerian ATR/BPN, Jakarta, Rabu (19/8/26).

Penilaian kompetensi yang dilakukan terhadap setiap pegawai negeri sipil (PNS) Kementerian ATR/BPN, termasuk sejak tahap Pelatihan Dasar (Latsar), tidak hanya bertujuan mengukur kemampuan individu.

Hasil penilaian tersebut menjadi pijakan untuk memetakan kekuatan sekaligus kesenjangan kompetensi SDM dalam mendukung kebutuhan organisasi.

Kepala Pusat Penilaian Kompetensi, Badan Pengembangan Sumber Daya Manusia (BPSDM), Heri Mulianto, mengatakan hasil penilaian kompetensi telah terintegrasi dalam SINTEN (Sistem Informasi Kompetensi).

Menurutnya, kegiatan feedback menjadi momentum bagi pegawai untuk memahami kompetensi yang telah dimiliki sekaligus menentukan arah pengembangan ke depan.

“Hasil penilaian kompetensi sudah kita masukkan ke dalam SINTEN (Sistem Informasi Kompetensi). Sesi feedback ini menjadi momentum yang baik untuk arah pengembangan ke depan Bapak/Ibu seperti apa,” ujar Heri.

Ia menjelaskan, pegawai dapat mengetahui capaian kompetensinya, baik pada aspek manajerial, sosial kultural, maupun teknis. Dengan demikian, pegawai dapat mengidentifikasi kompetensi yang masih perlu diperkuat.

Hasil feedback selanjutnya akan menjadi dasar penyusunan Individual Development Plan (IDP), termasuk dalam menentukan jenis pelatihan maupun bentuk pengembangan kompetensi yang sesuai dengan kebutuhan masing-masing pegawai.

“Ini juga membantu pegawai melihat standar kompetensi yang dipersyaratkan pada jabatannya. Pegawai dapat mengetahui kompetensi yang masih dimiliki dan langkah yang perlu dilakukan untuk memenuhinya. Jadi bukan hanya melihat kondisi kita saat ini, tetapi juga melihat apa yang akan kita tuju dan apa yang harus kita lakukan untuk menuju ke sana,” jelas Heri.

Dalam kegiatan tersebut, PNS yang sebelumnya telah mengikuti penilaian kompetensi pada Latsar 2025 menjalani sesi one on one bersama asesor aparatur. Sebanyak 18 pegawai mengikuti sesi pada Rabu (19/8/2026), sementara 13 pegawai lainnya dijadwalkan mengikuti sesi asesmen pada Kamis (20/8/2026).

Kepala Biro Sumber Daya Manusia, Budi Santosa, menilai kegiatan Feedback Penilaian Kompetensi memiliki peran penting dalam mendukung transformasi organisasi sekaligus meningkatkan kapasitas pegawai.

Menurutnya, penguatan kompetensi SDM menjadi semakin penting seiring dengan transformasi organisasi yang tengah dilakukan Kementerian ATR/BPN. Salah satunya melalui penerapan Organisasi Berbasis Wilayah yang telah diluncurkan pada Senin (17/8/2026) di Kantor Pertanahan (Kantah) Kota Administrasi Jakarta Barat.

Budi menjelaskan, penerapan organisasi berbasis wilayah akan berpengaruh terhadap penataan jabatan serta kebutuhan kompetensi pegawai di lingkungan Kantah.

“Ini jadinya Kepala Seksi di Kantah terbagi ke dalam enam wilayah sesuai kapasitas dari Kantah masing-masing. Ini bisa menjadi momentum dalam mempersiapkan kebutuhan tersebut melalui penilaian kompetensi pegawai ini,” pungkasnya. (*)

[social_share_icon]


Tinggalkan komentar