SUMENEP, pekaaksara.com — Pemerintah Kabupaten Sumenep terus memperkuat ketahanan pangan dan energi sebagai fondasi penting dalam menjaga stabilitas ekonomi sekaligus meningkatkan kesejahteraan masyarakat.
Komitmen tersebut sejalan dengan arah kebijakan pemerintah pusat di bawah kepemimpinan Presiden RI Prabowo Subianto yang menempatkan kemandirian pangan sebagai salah satu agenda prioritas nasional.
Bupati Sumenep Ach. Fauzi Wongsojudo menegaskan, ketersediaan pangan harus terus dijaga dan ditingkatkan karena menyangkut kebutuhan paling mendasar masyarakat.
“Sesuai arahan Bapak Presiden Prabowo, ketahanan pangan menjadi salah satu program prioritas kami. Harus selalu meningkat, karena persoalan pangan ini berkaitan dengan kebutuhan utama masyarakat,” tegas Bupati Fauzi, Senin (17/8/26).
Menurutnya, ketahanan pangan tidak dapat berdiri sendiri. Ketersediaan dan keterjangkauan energi juga menjadi bagian penting dalam menjaga aktivitas ekonomi serta memastikan kebutuhan masyarakat tetap terpenuhi.
Karena itu, Pemkab Sumenep terus mendorong sinergi antara program pemerintah pusat dan daerah agar manfaat pembangunan dapat dirasakan secara merata, termasuk oleh masyarakat di wilayah pelosok dan perdesaan.
“Apalagi saat ini program pusat sudah masuk ke pelosok-pelosok. Sudah cukup banyak yang bisa dirasakan masyarakat di berbagai daerah, termasuk Sumenep,” ungkapnya.
SDM Jadi Fondasi Generasi Emas
Di sisi lain, Bupati Fauzi menekankan bahwa pembangunan daerah tidak cukup hanya bertumpu pada pembangunan fisik, penguatan ekonomi, maupun ketersediaan pangan dan energi.
Peningkatan kualitas sumber daya manusia (SDM) menjadi faktor strategis yang harus berjalan beriringan. Sebab, pembangunan infrastruktur dan ekonomi pada akhirnya membutuhkan generasi yang berkualitas untuk melanjutkan pembangunan di masa mendatang.
“Kualitas sumber daya manusia harus diakui menjadi elemen penting untuk kemajuan suatu daerah. Karena itu, sudah sewajarnya pemerintah memikirkan bagaimana menyiapkan generasi masa depan menuju generasi emas,” tuturnya.
Atas dasar itu, Pemkab Sumenep berkomitmen membangun kebijakan yang saling terintegrasi, mulai dari penguatan ketahanan pangan, peningkatan ekonomi masyarakat, pembangunan infrastruktur, ketercukupan energi, hingga peningkatan mutu pendidikan.
“Semua harus berjalan seimbang. Mulai penguatan ketahanan pangan yang berkait erat dengan ekonomi. Kemudian penguatan infrastruktur, energi, dan peningkatan kualitas sumber daya manusia,” pungkas Fauzi.
Melalui langkah tersebut, Pemkab Sumenep berharap pembangunan tidak hanya menghasilkan pertumbuhan ekonomi, tetapi juga menciptakan masyarakat yang semakin mandiri, sejahtera, dan memiliki daya saing untuk menyongsong masa depan (*)
