SUMENEP, pekaaksara.com — Bupati Sumenep, Achmad Fauzi Wongsojudo, mendorong para santri untuk mengambil peran lebih luas dalam pembangunan bangsa.
Menurutnya, kontribusi santri tidak boleh terbatas pada bidang keagamaan, tetapi juga perlu diperkuat di berbagai sektor strategis, mulai dari pendidikan, ekonomi, sosial, teknologi hingga pemerintahan.
Momentum Hari Santri 2026 menjadi pengingat bahwa santri memiliki potensi besar untuk menjadi bagian penting dalam menjawab tantangan zaman.
Berbekal pendidikan agama, akhlak, kedisiplinan, dan semangat pengabdian, santri diharapkan mampu beradaptasi dengan perkembangan teknologi serta dinamika kehidupan modern.
Bupati Achmad Fauzi Wongsojudo menilai, santri merupakan sumber daya manusia yang memiliki modal moral sekaligus intelektual untuk berkontribusi dalam pembangunan daerah maupun nasional.
Karena itu, santri perlu terus meningkatkan kapasitas diri, memperluas wawasan, serta menguasai berbagai keterampilan yang relevan dengan kebutuhan masa depan.
Santri juga diharapkan tidak hanya menjadi penjaga nilai-nilai keagamaan, tetapi mampu tampil sebagai penggerak perubahan yang membawa manfaat nyata bagi masyarakat.
“Di tengah perkembangan zaman, penguasaan ilmu pengetahuan dan teknologi perlu berjalan beriringan dengan penguatan karakter serta nilai-nilai keislaman,” ujarnya, Kamis (22/10/26).
Dengan demikian, santri dapat tumbuh menjadi generasi yang berdaya saing tanpa kehilangan identitas dan jati dirinya.
Peringatan Hari Santri 2026 pun diharapkan menjadi momentum untuk memperkuat komitmen bersama dalam memberikan ruang, kesempatan, dan dukungan bagi santri agar semakin berperan dalam berbagai bidang kehidupan (*)

