SUMENEP, pekaaksara.com — Inspektorat Daerah Kabupaten Sumenep turut ambil bagian dalam Madura Culture Festival (MCF) dengan menampilkan berbagai informasi dan inovasi terkait transformasi pelayanan, peningkatan produktivitas daerah, serta penguatan pembangunan berkelanjutan.
Keikutsertaan Inspektorat Sumenep dalam festival tersebut menjadi momentum untuk mendekatkan layanan dan informasi pemerintahan kepada masyarakat. Melalui stan yang disediakan, masyarakat dapat mengenal lebih dekat peran Inspektorat dalam mengawal tata kelola pemerintahan daerah agar berjalan efektif, transparan, dan akuntabel.
Kepala Inspektur Daerah Kabupaten Sumenep, Syahwan Effendi, mengatakan kehadiran Inspektorat dalam MCF bukan sekadar untuk memamerkan program, tetapi juga menjadi ruang edukasi dan komunikasi publik.
Menurutnya, transformasi pelayanan pemerintahan harus terus dilakukan agar memberikan dampak nyata terhadap produktivitas daerah dan kesejahteraan masyarakat.
“Pengawasan bukan hanya mencari kesalahan, tetapi bagaimana memastikan setiap program pembangunan berjalan sesuai ketentuan, tepat sasaran, dan memberikan manfaat bagi masyarakat,” ujar Syahwan Effendi, Sabtu (29/8/26).
Ia menambahkan, penguatan pengawasan internal menjadi bagian penting dalam mewujudkan pemerintahan yang bersih dan berintegritas. Dengan pengawasan yang semakin adaptif dan berbasis pencegahan, potensi penyimpangan dapat diminimalkan sejak awal.
“Transformasi pelayanan harus berjalan beriringan dengan penguatan tata kelola. Dengan begitu, pembangunan dapat dilaksanakan secara efektif, produktif, dan berkelanjutan,” jelasnya.
Melalui MCF, Inspektorat Sumenep juga ingin menunjukkan bahwa pengawasan pemerintahan memiliki peran strategis dalam mendukung berbagai agenda pembangunan daerah.
Kehadiran Inspektorat diharapkan mampu memperkuat kolaborasi antara pemerintah dan masyarakat dalam menciptakan tata kelola pemerintahan yang semakin baik (*)
