SUMENEP, pekaaksara.com — Sweet Model 32nd Anniversary Sumenep menghadirkan kemeriahan bernuansa Bollywood dengan menampilkan 40 model cantik se-Jawa Timur di Lapangan Gotong Royong, Sabtu (26/9/26) malam.
Tak sekadar fashion show, gelaran ini menjadi perpaduan antara fashion, hiburan dan budaya yang dikemas dalam nuansa Bollywood. Lenggak-lenggok para model di atas panggung menjadi sajian utama yang dipadukan dengan atmosfer khas India.
Kemeriahan semakin lengkap dengan kehadiran guest star asal India, Ashish Thandani. Kehadirannya menjadi salah satu magnet utama bagi masyarakat untuk datang dan menikmati suguhan hiburan dalam rangkaian Sweet Model 32nd Anniversary.
Puluhan model dari berbagai daerah di Jawa Timur menunjukkan kemampuan terbaiknya. Busana, koreografi dan penampilan mereka membawa nuansa fashion show lebih atraktif sekaligus memberikan pengalaman hiburan yang berbeda bagi masyarakat Sumenep.
Bagi Sumenep, kehadiran event berskala regional ini juga menjadi momentum untuk terus menghidupkan wisata berbasis event.
Bupati Sumenep Achmad Fauzi Wongsojudo mengatakan, semakin banyak event kreatif digelar di Sumenep, semakin terbuka peluang untuk memperkenalkan daerah kepada masyarakat luar.
“Event seperti ini menjadi bagian dari upaya kita menghidupkan Sumenep. Masyarakat yang datang tidak hanya menikmati acaranya, tetapi juga bisa mengenal wisata, budaya, kuliner dan berbagai potensi yang kita miliki,” ujar Achmad Fauzi.
Menurutnya, sektor pariwisata tidak bisa berdiri sendiri. Kolaborasi dengan dunia fashion, seni, kreativitas dan industri hiburan menjadi bagian penting untuk menciptakan daya tarik baru bagi wisatawan.
Owner Sweet Model, Azam Khan mengatakan, hadirnya Sweet Model 32nd Anniversary, Sumenep kembali menunjukkan bahwa Kota Keris tak hanya kaya akan sejarah dan budaya, tetapi juga mampu menjadi panggung bagi fashion dan event kreatif bertaraf Jawa Timur hingga internasional.
“Dari panggung fashion menuju destinasi wisata,Sumenep siap menjadi bagian dari cerita besar kreativitas Jawa Timur,” katanya (*)
