SUMENEP, pekaaksara.com — Pemerintah Kabupaten Sumenep kembali memperkuat promosi budaya kepulauan melalui gelaran “Festival Budaya Masalembu 2026” yang akan digelar meriah di Kecamatan Masalembu dari 18-20 Mei.
Festival ini menjadi momentum penting untuk memperkenalkan kekayaan tradisi masyarakat kepulauan yang berada di Laut Jawa, meskipun secara geografis lebih dekat dengan Pulau Kalimantan.
Festival tersebut akan menghadirkan berbagai kegiatan budaya dan wisata kreatif, mulai dari lomba “Vlog Explore Masalembu”, “Vlog Budaya Masalembu”, hingga Festival Ikan Bakar dan tradisi “Bakar Ikan Ala Masalembu” yang menjadi ciri khas masyarakat pesisir.
Bupati Sumenep, Achmad Fauzi Wongsojudo mengatakan Festival Budaya Masalembu bukan sekadar hiburan, tetapi juga upaya menjaga identitas masyarakat kepulauan agar semakin dikenal luas.
“Masalembu memiliki kekayaan budaya luar biasa. Daerah ini menjadi titik pertemuan budaya Madura, Mandar, dan Bugis yang hidup harmonis sejak lama. Festival ini menjadi ruang promosi budaya sekaligus penguatan ekonomi masyarakat,” ujarnya, Senin (18/5/26).
Selain pertunjukan seni tradisional, pengunjung juga akan disuguhkan berbagai ritual adat seperti Sundrang, Petik Laut, hingga Toron Parao yang selama ini menjadi bagian penting kehidupan masyarakat nelayan Masalembu.
Kepala Dinas Kebudayaan, Pemuda, Olahraga dan Pariwisata (Disbudporapar) Sumenep, Faruk Hanafi, menegaskan bahwa pemerintah daerah terus mendorong Masalembu sebagai destinasi wisata budaya kepulauan unggulan di Jawa Timur.
“Masalembu memiliki karakter budaya yang unik dan berbeda. Akulturasi tiga suku menjadikan tradisi masyarakat di sana sangat kaya dan menarik untuk dipelajari,” katanya.
Festival Budaya Masalembu 2026 diharapkan mampu menarik wisatawan domestik maupun mancanegara serta memperkuat posisi Masalembu sebagai ikon wisata budaya bahari Kabupaten Sumenep (*)



