Merawat Bahasa Ibu, Bupati Sumenep Diganjar Penghargaan Nasional

pekaaksara.com

Bupati sumenep

KOTA DEPOK, pekaaksara.com – Pemerintah Kabupaten Sumenep kembali menorehkan apresiasi di tingkat nasional atas komitmennya menjaga kelestarian Bahasa Madura sebagai warisan budaya yang hidup di tengah masyarakat.

Bupati Sumenep, Achmad Fauzi Wongsojudo menerima Penghargaan Revitalisasi Bahasa Daerah (RBD) pada puncak Festival Tunas Bahasa Ibu Nasional (FTBIN) 2026 yang berlangsung, Senin (25/5/26), di Gedung Garuda Pusat Pelatihan SDM Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah, Kota Depok.

Penghargaan tersebut diberikan kepada kepala daerah yang dinilai berhasil menghadirkan langkah nyata dalam pelestarian bahasa daerah melalui pendidikan, regulasi, hingga keterlibatan masyarakat.

Berdasarkan surat undangan bernomor 10498/B/MDM/BS.00.02/2026 yang ditandatangani Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah Abdul Mu’ti, program revitalisasi bahasa daerah menjadi bagian penting dari kolaborasi pemerintah pusat dan daerah untuk menjaga keberlangsungan 105 bahasa dan dialek di 36 provinsi sepanjang tahun 2025.

Di tengah derasnya arus modernisasi, Bahasa Madura tidak sekadar menjadi alat komunikasi, tetapi juga denyut identitas dan ingatan kolektif masyarakat Madura. Karena itu, upaya menjaga bahasa ibu dinilai sebagai cara merawat akar budaya agar tetap tumbuh di generasi mendatang.

Bupati Sumenep Achmad Fauzi Wongsojudo menyampaikan, penghargaan tersebut merupakan hasil kerja bersama seluruh elemen masyarakat yang memiliki kepedulian terhadap keberlangsungan Bahasa Madura.

Menurutnya, menjaga bahasa daerah berarti menjaga jati diri dan karakter budaya masyarakat Madura agar tidak pudar oleh perkembangan zaman.

“Bahasa daerah bukan hanya warisan leluhur, tetapi juga rumah bagi nilai, sopan santun, dan cara hidup masyarakat Madura,” ujarnya.

Ia menegaskan, Pemkab Sumenep terus memperkuat pelestarian Bahasa Madura melalui berbagai kebijakan, salah satunya menjadikan Bahasa Madura sebagai muatan lokal wajib di sekolah.

Langkah tersebut diharapkan mampu membuat Bahasa Madura tetap hidup, akrab di lidah generasi muda, sekaligus tumbuh sebagai kebanggaan yang diwariskan dari satu generasi ke generasi berikutnya (*)

Baca Juga

[addtoany]

Tinggalkan komentar

PASANG IKLAN DI SINI