JAKARTA, pekaaksara.com – Kementerian Agraria dan Tata Ruang/Badan Pertanahan Nasional (ATR/BPN) bekerja sama dengan Kementerian Kesehatan menggelar program Cek Kesehatan Gratis (CKG) bagi pegawai pada 22–26 Juni 2026.
Kegiatan ini bertujuan mendeteksi dini berbagai faktor risiko penyakit serta meningkatkan kesadaran pegawai terhadap pentingnya menjaga kesehatan.
Pemeriksaan perdana dilaksanakan di Aula Prona Kementerian ATR/BPN, Jakarta. Berdasarkan data hari pertama, sebanyak 805 pegawai telah mendaftarkan diri untuk mengikuti pemeriksaan kesehatan tersebut.
Salah satu peserta, Arie Satya Dwipraja, mengapresiasi program ini karena tidak hanya menyediakan pemeriksaan fisik, tetapi juga layanan konsultasi kesehatan.
“Cek kesehatan ini program yang positif bagi para pegawai. Selain pemeriksaan fisik dan tensi darah, kita juga bisa konsultasi terkait pola makan, pola hidup, hingga aktivitas sehari-hari, sehingga mendapat masukan untuk menjaga keseimbangan antara pekerjaan dan kondisi tubuh,” ujarnya, Selasa (23/6/26).
Program CKG masih membuka kesempatan bagi pegawai yang belum mendaftar untuk mengikuti pemeriksaan secara gratis. Pendaftaran dapat dilakukan melalui tautan yang telah disediakan oleh panitia.
Selain pemeriksaan dasar, peserta yang ditemukan memiliki indikasi gangguan kesehatan tertentu akan memperoleh rujukan ke fasilitas kesehatan lanjutan. Salah satu peserta, Widya Nuryana, mendapatkan surat rujukan untuk pemeriksaan elektrokardiogram (EKG) dan hematologi lengkap setelah mengikuti pemeriksaan.
“Ini merupakan upaya preventif yang sangat baik dari Kementerian ATR/BPN untuk menjaga kesehatan pegawai dan mendeteksi penyakit degeneratif sejak dini,” katanya.
Dokter dari Puskesmas Kebayoran Baru, dr. Nabilah Armalia Iffah, menjelaskan bahwa tujuan utama CKG adalah mendeteksi faktor risiko penyakit sesuai kelompok usia agar potensi gangguan kesehatan dapat diketahui sebelum berkembang menjadi kondisi yang lebih serius.
Menurutnya, pada hari pertama pelaksanaan, beberapa pegawai dengan risiko hipertensi, diabetes, dan gangguan penglihatan telah mendapatkan rujukan untuk pemeriksaan lanjutan.
“Harapannya, tidak ada lagi masyarakat yang baru mengetahui penyakitnya ketika sudah berada pada tahap yang parah. Dengan deteksi dini, kondisi seperti prehipertensi maupun pradiabetes dapat segera ditangani,” jelasnya.
Program CKG di lingkungan Kementerian ATR/BPN merupakan bagian dari implementasi program nasional yang diinisiasi Presiden melalui Kementerian Kesehatan sebagai upaya memperkuat budaya hidup sehat dan pencegahan penyakit sejak dini (*)



