SUMENEP, pekaaksara.com – Ada suasana berbeda saat Ketua TP PKK Kabupaten Sumenep, Nia Kurnia Fauzi, berkunjung ke stand-stand UMKM dalam pagelaran Madura Culture Festival di Stadion A Yani Sumenep.
Bukan sekadar melihat-lihat produk, Nia memilih berbaur langsung dengan para pelaku UMKM.
Ia duduk bersama, berbincang santai, mendengarkan cerita mereka, bercanda hingga tertawa bersama, serta mencicipi kuliner yang disuguhkan.
Suasana akrab itu membuat kunjungan Nia terasa begitu dekat dengan masyarakat. Tidak ada jarak antara dirinya dengan para pelaku UMKM yang sedang berjuang mengembangkan usaha.
Satu per satu pelaku UMKM diajak berbincang. Mulai dari cerita tentang produk yang dijual, proses merintis usaha, hingga harapan agar usaha mereka dapat terus berkembang.
Bagi Nia, bertemu langsung dengan masyarakat merupakan bagian penting dari kepedulian sosial. Dengan hadir dan mendengarkan secara langsung, ia dapat mengetahui lebih dekat semangat, tantangan, sekaligus kebutuhan para pelaku usaha, khususnya perempuan.
“Kita harus terus memberikan ruang dan dukungan kepada perempuan untuk berkarya. Karena di balik banyak UMKM, ada perempuan-perempuan hebat yang berusaha membantu perekonomian keluarganya,” ujar Mbak Nia, Senin (31/8/26).
Ia menilai, pelaku UMKM tidak hanya membutuhkan tempat untuk berjualan, tetapi juga membutuhkan perhatian, apresiasi dan dukungan agar semakin percaya diri dalam mengembangkan kreativitasnya.
Karena itu, Nia mengajak seluruh pihak untuk bersama-sama memberikan ruang yang lebih luas bagi UMKM lokal. Menurutnya, membeli dan menikmati produk lokal merupakan bentuk sederhana dari dukungan nyata kepada masyarakat.
“Kalau kita datang, ngobrol, membeli dan menikmati produk mereka, itu sudah menjadi bentuk dukungan. Mereka merasa dihargai dan semakin semangat untuk berkarya,” katanya.
Kehangatan Nia bersama para pelaku UMKM menjadi gambaran bahwa pemberdayaan masyarakat tidak selalu harus dilakukan melalui hal-hal besar. Kehadiran, kepedulian, mendengarkan dan memberikan apresiasi juga menjadi bagian penting dalam membangun kekuatan sosial masyarakat.
Melalui Madura Culture Festival, kreativitas UMKM tidak hanya mendapatkan ruang untuk dipasarkan, tetapi juga menjadi ruang silaturahmi antara masyarakat, pemerintah dan pelaku ekonomi kreatif.
Bagi Nia, setiap produk yang dipajang di stand UMKM bukan sekadar barang dagangan. Di dalamnya ada kreativitas, kerja keras, harapan dan cerita kehidupan para pelaku usaha yang layak mendapatkan dukungan bersama (*)
